5 Wisata di Desa Mungguk Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak
Faktor yang berperan menentukan lokasi berlibur bagi wisatawan jarak dan akses jalan yang menjadi tujuan wisata itu lokasi nya itu tidak terlalu jauh dan akses jalan baik serta tempat yang di tuju yang paling penting bagi kaum milenial saat ini mempertimbangkan memilih tujuan wisata adalah dapat diposting ke dalam Instagram atau istilahnya, 'Instagrammable'.
Sebuah studi baru-baru ini telah mengungkapkan bahwa dua perlima atau sebanyak 40,1 persen kaum milenial memilih tempat wisata berdasarkan 'Instagrammability'-nya atau kemampuan seberapa layak lokasi wisata itu bila diunggah ke media sosial Instagram. Semua itu hanya untuk mendapatkan sentuhan 'Like' yang berharga dari teman Instagram, yang nantinya dapat menambah jumlah 'Follower' atau pengikut. Tentu saja, orang akan melakukan perjalanan ke tempat-tempat yang indah.
Anak muda saat ini fokus dengan citra kehidupan mereka yang tampak di dunia maya. Jika suatu tempat terlihat keren di Instagram, bisa jadi aslinya memang keren. "Saya tidak memiliki rasa malu untuk mengakui suka pergi ke tempat-tempat yang saya tahu akan terlihat baik di Instagram. Tapi itu bukan satu-satunya alasan untuk memilih lokasi itu," jelas Rama pada penulis.
"Jika ada tempat yang indah, saya akan menghargai dan menikmati berada di sana sambil mengunggah foto ke Instagram. Itu sama-sama menang. Instagram adalah tempat yang bagus untuk menemukan inspirasi liburan juga namun tidak sampai di situ saja, Kebudayaan dan budaya lokal dan kuliner suatu daerah tersebut juga menjadi alasan saya berwisata. "Jelasnya.
Dengan alasan tersebut, menurut penulis Desa Mungguk adalah salah satu Desa rekomdasi untuk para wisatawan karena memiliki pilihan wisata, 5 diantaranya adalah 1. Wisata Air Merah. 2. Wisata Riam Setegung. 3. Wisata Riam Panjang. 4. Wisata Makam Abdulkahar 5. Wisata Meriam dan Batu Bongkok.
1. Wisata Air Merah.
*Pengunjung berlibur di wisata air merah dan bermain Tubing River di Wisata Air Merah.
Air merah merupakan anak Sungai Banyuke yang muara sungainya berdekatan dengan muara sungai Banyuke ke aliran Sungai Landak. Sungai dengan lebar sekitar 15 meter ini terdiri dari rangkaian air terjun dengan jajaran sungai jeram berbatu dan konon nama Air Merah berasal dari warna airnya yang berwarna kemerahan, sehingga dijuluki masyarakat setempat Air Merah.
Untuk dapat masuk kawasan wisata pengunjung diminta membayar uang retribusi sebesar Rp10.000 per orang. Dari lokasi parkir atau loket masuk, pengunjung harus berjalan kaki selama lima menit menyusuri jalan setapak, dan dapat mengunakan jasa ojek dengan membayar retribusi sebesar Rp. 5.000 di sini para wisata khusus hari Sabtu dan Minggu pengunjung dapat bermain River Tubing dengan membayar retribusi Rp. 20.000 untuk penyewaan alat pengaman dan Guide menyusuri aliran sungai Wisata Air Merah.
2. Wisata Riam Setegung.
Air Terjun SetegungPengunjung menikmati Wisata Air Terjun Setegung.Tidak jauh dari Wisata Air Merah -+ 2 Km atau menempuh waktu -+5 menit perjalan dengan kendaraan roda dua atau roda empat di Desa Mungguk Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak ada Wisata Air Terjun Setegung.
Kabupaten Landak memang terkenal dengan riam atau Air Terjun salah satunya yang tidak kalah keren adalah Air Terjun Setegung.
Melewati jalan yang tidak terlalu Ekstrim kita bisa menjajah Air Terjun Setegung yang berada di desa Mungguk kecamatan Ngabang kabupaten Landak ini. Akses lokasi sudah sangat bagus sehingga perjalanan untuk mencapai Air terjun hanya 45 menit saja dari kota ngabang.
Air Terjun Setegung tidak terlalu tinggi dan lebar tetapi menjadi favorit karena lokasinya yang dekat dan mudah untuk didatangi. Sekedar menghabiskan waktu dan menikmati Panorama Alamnya yang masih Asri tentu memanjakan mata.
Jangan kira Air Terjun Setegung ini Biasa saja karena kalian pasti salah, Spot Wisata ini menyajikan keindahan Alam yang ciamik dengan detail Landscape sempurna, perpaduan Hutan yang rimbun dipadukan dengan Gemirincing suara Air terjun yang tidak berhenti menambah semangat melepas lelah.
3. Wisata Riam Panjang.
Wisata Riam Panjang Dusun Riam Panjang Desa Mungguk.Wisata Riam Panjang terletak di Aliran Sungai Landak tepatnya di Dusun Riam Panjang Desa Mungguk Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak.
Untuk sampai di tempat ini, perlu waktu -+ 1 jam dari Kota Ngabang, atau kurang lebih 20 menit dari Wisata Air Merah dan Air Terjun Setengung.
Menurut penulis Wisata Riam Panjang salah satu Rekomendasi Wisata yang ada di Desa Mungguk, karena pemandangan susunan bebetuan yang pas dan menarik untuk dikunjungi, selain itu ketika Air sungai Banjir dan tiba waktunya surut banyak orang lokal dan wisatawan yang datang untuk mencari ikan dengan memancing atau menjala atau sekedar berkunjung melihat masyarakat lokal di sana mencari ikan serta berfoto ria bersama keluarga dan teman.
4.Wisata Makam Abdulkahar.
Makam Raja Abdul Kahar di Desa Mungguk Kecamatan Ngabang Kabuaoten Landak.Berada di Desa Mungguk Kecamatan Ngabang, makam raja Kerajaan Landak yang memeluk agama Islam, Raja Abdul Kahar (Raden Ismahayana) yang bergelar Raja Dipati Karang Tanjung Tua menjadi bukti sejarah telah berdirinya sebuah kerajaan di Kabupaten Landak.
Untuk mengunjungi situs bersejarah ini dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun empat sekitar kurang lebih 30 menit dari Kota Ngabang menuju Desa Mungguk. Setelah berada di Desa Mungguk, pengunjung akan dipandu oleh juru kunci Makam Raja Abdul Kahar, Muhajirin menggunakan sampan menyeberangi Sungai Landak menuju lokasi makam.
Menurut Muhajirin, Raja Abdul Kahar adalah anak dari Sang Nata Pulang Pali VII dan Dara Itam ini merupakan raja Kerajaan Landak pertama yang memeluk agama Islam.
"Sedangkan sejarah ini, dia (Raja Abdul Kahar) adalah pendiri Kerajaan Landak yang pertama, malah raja pertama yang membawa agama Islam," ujar Muhajirin, Selasa (30/1/2021)
5. Wisata Meriam dan Batu Bongkok.
Sabagai tanda pernah berdirinya kerjaan Landak di Desa Mungguk Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak.
Menurut Muhajirin selaku Juru Kunci Makam sejak tahun 1991 ini mengatakan tidak jauh dari makam Abdul Kahar pernah berdiri sebuah keraton yang berada di pertemuan Sungai Banyuke dan Sungai Landak yang dibuktikan dengan peninggalan dua buah meriam.
Meriam tersebut tambah Muhajirin merupakan pemberian dari Kerajaan Sukadana yang berada di Kabupaten Ketapang.
"Meriam yang berada di situ bukan asli milik Kerajaan Landak tetapi meriam itu adalah milik Kerajaan Sukadana Ketapang untuk memberikan tanda perdamaian dengan Kerajaan Landak," ungkap Muhajirin yang merupakan generasi ke-2 sebagai Juru Kunci Makam Raja Abdul Kahar.
Tidak jauh dari meriam ada Makam Kerabat Kerajaan yaitu Makam Ratu Bongkok di Desa Mungguk Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak.
Penulis : Ya' Hari Purwadi
Mantulll.. Gas terussss
BalasHapus